Selasa, 15 Januari 2013

Vilanova Ingin Prestasinya Dikenang, Bukan Penyakitnya


Tito Vilanova (Foto: Getty)

BARCELONA EntrenadorBarcelona, Tito Vilanova ingin rekor yang dipecahkan timnya dalam paruh kompetisi musim ini lebih diingat orang, ketimbang penyakit yang diderita suksesor Pep Guardiola ini.
 
Vilanova kembali di bangku cadangan Barcelona saat Lionel Messi menang 3-1 atas tuan rumah Malaga dalam laga lanjutan kompetisi La Liga, Senin dini hari lalu. Sebelumnya, Vilanova harus menjalani pengobatan untuk penyakit tumor yang kembali menyerangnya.
 
Seperti diketahui, Blaugrana baru saja memecahkan rekor mereka sendiri untuk mengumpulkan 55 poin dari 57 poin yang bisa mereka dapatkan di paruh pertama La Liga musim ini. Dari 19 kali bertanding, Barca memenangkan 18 laga, dan hanya sekali imbang.
 
"Saya memiliki banyak pesan dukungan, tapi saya ingin dihargai untuk pekerjaan saya, bukan penyakit saya. Sepakbola bagi saya adalah bukan bekerja, tapi melakukan hal menyenangkan. Ini adalah terapi terbaik saya," tutur Vilanova, seperti dilansir Football-Espana, Selasa (15/1/2013)....

 
"Kami sangat senang telah mendapatkan 55 poin dari 57 poin yang bisa kami dapat. Hal ini luar biasa karena kami memenangkan 10 laga berturut-turut. Kuncinya adalah bahwa para pemain bermain sangat baik,” terangnya.
 
Vilanova juga menyatakan, bahwa apa yang telah dicapai Barcelona hingga saat ini adalah karena ambisi yang ditunjukkan anak-anak asuhannya di setiap kompetisi yang mereka ikuti. Dia juga menilai, dengan keunggulan 11 poin atas Atletico Madrid di klasemen sementara La Liga, hal itu menguntungkan timnya, tinggal bagaimana Blaugrana bisa mempertahankannya hingga akhir musim.
 
"Dengan beberapa pemain seperti, Busquets dan Pedro, saya telah bekerja selama enam tahun. Mereka selalu ingin menang, jika tidak, pasti ada yang salah. Kami tidak mungkin bisa terus melanjutkan catatan ini, karena ada Liga Champions dan Copa del Rey,” paparnya.
 
"Ini juga tidak akan mungkin tanpa ambisi beberapa pemain yang telah memenangkan gelar begitu banyak. Keinginan untuk menang adalah kunci untuk tim,” tutupnya.

Comment