BARCELONA – Perbandingan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo banyak terjadi lantaran mereka berada di klub yang berbeda dan berseteru. Akan tetapi, bagaimana jika keduanya berada di tim yang sama alias menjadi rekanan di lini gedor suatu tim.
Hal itu bisa saja terjadi andai kata, Barcelona masih punya dana untuk belanja di musim panas 2003 silam. Ya, suprema Barca saat itu, Joan Laporta, mengaku pernah ditawari Ronaldo yang kala itu masih membela Sporting Lisbon, dengan harga yang lebih murah ketimbang yang (akhirnya) dibayarkan Manchester United....
Agen Ronaldo saat itu, Jorge Mendes, punya hubungan yang baik dengan Laporta, usai terjadi beberapa pembelian dari Portugal sebelumnya. Sayang,Blaugrana saat itu tak punya dana yang mencukupi, usai mendatangkan sejumlah pilar baru seperti Ricardo Quaresma, Rafael Márquez dan Ronaldinho.
“Mendes pernah menawari Cristiano Ronaldo kepada kami saat dia masih terikat kontrak dengan Sporting. Kami memang sering bekerja sama dengan Jorge saat itu,” ungkap Laporta kepada OndaCero, Rabu (23/1/2013).
“Kami bisa saja mendapatkan Ronaldo dengan harga yang lebih murah dari yang dibayarkan Manchester United saat membelinya. Tapi kami sudah merekrut Ronaldinho, Ricardo Quaresma dan Rafael Márquez. Kami kekurangan sumber dana untuk membeli pemain lainnya,” lanjutnya.
Seiring berjalannya waktu, Los Cules menjadi tim yang kian disegani di Eropa dan salah satu kuncinya tentu karena aksi-aksi gemilang Ronaldinho. Di waktu yang sama, Ricardo Kaka, kompatriot Ronaldinho di AC Milan, juga menjulang namanya.
Laporta yang pernah bertemu langsung dengan presiden Silvio Berlusconi, pernah memunculkan wacana pertukaran pilar antara Ronaldinho dan Kaká. Meski pembicaraannya dihiasi candaan, namun akan menarik untuk dinantikan apabila memang itu terjadi.
“Saya pernah bersantap malam bersama Silvio Berlusconi dan dia mewacanakan pertukaran pemain yang melibatkan Kaka dan Ronaldinho. Tapi itu bukan opsi yang baik buat kami, apalagi saat itu Ronaldinho sudah menjadi pemain kunci buat kami,” sambung Laporta.
“Segalanya berawal dari sebuah lelucon kecil, tapi Berlusconi menanggapinya dengan serius. Sangat disayangkan melihat Kaká tak sukses di Madrid. Padahal dia pemain yang fantastis saat bersama AC Milan,” tukas politisi sayap kiri di Katalan tersebut.