Legenda Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff, mengakhiri perjalanan karier selama tiga tahun sebagai pelatih tim nasional Catalonia dengan hasil imbang 1-1 dengan Nigeria, di Cornella El Prat, Rabu (2/1/2013).
Sebelum laga itu, seperti dilansir situs resmi Federasi Sepak Bola Catalonia,.............
Cruyff mengatakan, ada dua hal yang membuatnya bangga melatih timnas Catalonia (2009-2013).
"Hal pertama adalah menjadi pelatih untuk satu pertandingan dalam satu tahun dan kedua, yang paling mengejutkan saya, adalah kesediaan pemain tampil untuk kebanggaan memakai kostum Catalonia dan menunjukkan dari mana Anda berasal," ujar Cruyff.
"Tahun ini, pada awalnya kami memanggil 22 pemain, kemudian menjadi 23 karena kami ingin memberikan penghargaan kepada Sergio Gonzalez. Namun, kami telah menguhubungi 30-35 pemain dan mereka semua ingin datang. Tentu tidak semua bugar, tetapi mereka siap bermain dan itu membuat saya sangat bangga. Inilah sikap seorang atlet seharusnya," lanjutnya.
Ketika ditanya mengakap tak pernah menggunakan Bahasa Catalonia dalam komunikasi dengan media selama 40 tahun tinggal di Barcelona, Cruyff mengatakan, "Saya tak pernah bicara dengan bahasa Catalonia dalam sesi wawancara karena saya tak ingin memberikan kemudahan kepada jurnalis. Saya ingin mereka berusaha mengerti saya, bukan sebaliknya."
"Kemudian, prioritas saya adalah menunjukkan Klub Sepak Bola Barcelona kepada dunia. Saya tahu betapa besarnya klub ini dan apa artinya untuk banyak orang yang terkait dengan klub yang sangat penting dan istimewa ini," tandasnya.