Selasa, 01 Januari 2013

Dianggap Pionir Kesuksesan Barca, Rijkaard Merendah

Frank Rijkaard. (Foto: Reuters)\

RIYADH – Nama Frank Rijkaard melambung usai mempersembahkan treble winner untuk Barca pada musim 2005, mahkota Liga Champions, La Liga, dan Supercopa de España. Sejak saat itu Barca pun mulai populer dengan filosofi sepakbola indahnya.........

 
Tak mengherankan apabila Rijkaard kemudian dianggap sebagai sosok yang mengantar Barca menjadi tim yang ditakuti di muka bumi. Namun, mantan punggawa Ajax Amsterdam dan AC Milan itu menolak penilaian tersebut dengan berkilah bahwa sukses itu takkan diraih tanpa kerja keras anak asuhnya.
 
“Jelas saya memiliki banyak kesuksesan, namun, apa yang telah diraih saat itu berkat usaha keras para pemain. Saya harus katakan bahwa saya harus memiliki hubungan baik dengan para pemain, sebab apabila tidak maka saya tidak mungkin memenangi dua titel liga dan Liga Champions,” kata Rijkaard, seperti dilansir resmi FIFA.
 
“Barcelona tidak langsung mendapatkan hasil dalam semusim. Ketika saya datang, mereka tidak memenangi apapun selama kurun waktu lima musim. Hanya butuh kesabaran dan kepercayaan diri,” tutupnya.
 
Pria kelahiran 30 September, 50 tahun silam itu berlabuh di Camp Nou pada musim 2003 silam. Rijkaard memutuskan mengakhiri kebersamaan dengan Blaugrana usai menghabiskan lima musim dengan mempersembahkan sejumlah gelar, di antaranya dua gelar La Liga (2004-05, 2005-2006), dua Supercopa de España (2005, 2006), dan trofi Liga Champions (2005-06).

Comment